Strategi Meminimalkan Risiko Kerugian Investasi Reksadana

Strategi Meminimalkan Risiko Kerugian Investasi Reksadana

Mayoritas investor mengambil tabungan mereka dari rekening investasi dalam penurunan. Namun, apakah risiko ini bisa diidentifikasi sejak awal?

Krisis ekonomi saat ini berdampak pada banyak sektor. Hal ini tidak hanya menjadi perhatian bagi mereka yang berinvestasi di instrumen reksa dana, tetapi juga bagi mereka yang terkena dampak turnover. Tapi kenyataannya #bisaGakYa risiko ini sudah direncanakan dari awal untuk membatasi risiko dan kerugian?

Para investor reksa dana juga terlibat dalam menetapkan strategi untuk menjaga dana dalam jumlah tertentu agar dapat berputar dengan baik.

Pada kenyataannya, masih ada peluang untuk menghasilkan keuntungan bagi bisnis di sektor tertentu yang masih menunjukkan kinerja yang mengesankan atau setidaknya bisa bertahan. Namun, investasi jangka pendek seperti reksa dana harus ditangani dengan pertimbangan yang cermat karena terkait dengan banyak entitas.

Beberapa kiat diperlukan agar keberlangsungan permodalan yang telah dimasukkan melalui instrumen reksa dana dikelola dengan aman dan tidak terpengaruh oleh ketidakstabilan ekonomi global. Berikut beberapa panduan untuk membatasi risiko yang mungkin timbul.

1. Hindari Mengikuti Orang Lain

Tidak menutup kemungkinan ada perusahaan investasi baru yang menawarkan produk reksa dana yang kenaikan nilainya sangat menggiurkan. Tentu saja hal semacam ini bisa menarik banyak individu yang tertarik untuk menginvestasikan modalnya. Hasil akhirnya dapat mengakibatkan perusahaan kebanjiran investasi. Lebih banyak investor akan bergabung ketika berita itu tersebar.

Jika kamu menghadapi masalah serupa, jangan biarkan fokus kamu diperlambat oleh produk reksa dana yang ditawarkan oleh manajer investasi. Sebab, ada investasi jangka pendek yang kinerjanya tergantung musim. Keberlanjutannya dalam rangka menjaga potensinya harus diperhatikan. Itu hal lain yang perlu dihindari.

REKOMENDASI:  Keuntungan Berinvestasi Di Reksadana

Dalam skenario jenis ini, peluang kerugian saat berikutnya lebih tinggi. Oleh karena itu, ketika berinvestasi pada jenis dana ini penting untuk memiliki pendekatan rasional dari investor yang diperlukan. Apalagi jika banyak industri yang terkena dampaknya, dan tidak bisa menjamin kinerja yang maksimal.

2. Mengenali Profil Risiko

Profil risiko adalah ukuran seberapa baik seorang investor mampu mengelola berbagai risiko ketika menginvestasikan dananya ke berbagai opsi reksa dana. Penting untuk mempertimbangkan hal ini sebelum kamu memutuskan untuk memilih opsi investasi jangka pendek.

Penting untuk menentukan kapasitas keuangan kamu sendiri sebelum berinvestasi. Ini, misalnya, dimulai dengan sumber pendapatan yang berasal dari pendapatan yang tidak digunakan atau dari permintaan primer. Setelah itu, diperkirakan berapa kerugian yang akan ditanggung jika dihadapkan pada risiko yang paling berat.

Cari tahu kebutuhan keuangan kamu sendiri. Jika kamu lajang dan memiliki tabungan, risiko yang diambil dalam berinvestasi di bidang apa pun tidak terlalu mengancam. Namun ketika kamu sudah menikah, kamu harus lebih berhati-hati dalam mengambil risiko. Jika ada yang tidak beres dan konsekuensinya terasa jauh lebih dari hanya untuk kamu tetapi juga untuk pasangan kamu.

3. Diversifikasi Portofolio Investasi kamu

Meskipun distribusinya cukup merata, namun dampak krisis saat ini terhadap beragam sektor bisnis mungkin berbeda. Inilah sebabnya mengapa kamu harus memilih untuk berinvestasi, yang terbaik adalah membagi uang kamu untuk dipecah menjadi dana yang berbeda yang saling menguntungkan. Hal ini untuk mengurangi risiko kehilangan uang jika kamu menemukan bahwa hasil salah satu dana tidak sebaik yang kamu harapkan.

REKOMENDASI:  Modal untuk Investasi Berlian

Jika itu masalahnya, maka setidaknya kamu masih cenderung meluangkan waktu untuk opsi investasi lain daripada hanya mengandalkan satu jenis tertentu. Jangan cenderung untuk tetap pada satu jenis atau produk dengan segala kemegahannya meskipun mungkin tampak menjanjikan.

4. Membangun Kepercayaan dengan Manajer Investasi

Skenario yang paling tidak mungkin adalah hal itu bisa terjadi. Misalnya, jika seorang manajer investasi pailit dan uang yang telah disimpan di bank diragukan keabsahannya. Untuk menentukan itu, sebelum kamu memilih penasihat investasi, periksa profilnya terlebih dahulu.

Periksa produk reksa dana yang tersedia, dan pastikan setiap aspek sesuai dengan preferensi kamu. Juga, lihat secara mendalam laporan yang rutin diajukan.

Memilih manajer investasi yang terpercaya dan memiliki kemampuan kinerja sangat penting. Manajerlah yang akan mengawasi uang kamu untuk digunakan di berbagai perusahaan lain. Peran manajer investasi semakin krusial saat memasuki era seperti sekarang ini.

Pada masa perlambatan atau resesi ekonomi biasanya, hanya beberapa sektor yang terus menunjukkan hasil yang baik. Mereka sering juga dikelilingi oleh investor lain. Jadi, keahlian manajer investasi yang dipilih merupakan faktor penting untuk dipikirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.