Risiko Investasi Saham Yang Harus Kamu Tahu

Risiko Investasi Saham Yang Harus Kamu Tahu

Saham mewakili bukti kepemilikan bisnis atau saham ekuitas individu. Melalui kepemilikan modal seorang individu memiliki klaim atas keuntungan dan aset perusahaan yang dikenal sebagai dividen. Saham mewakili kepemilikan saham dalam bisnis. Di satu sisi, memiliki saham, kami juga pemilik bisnis. Seperti opsi investasi lainnya yang berinvestasi di saham, ia juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di saham itu berisiko. Ini tidak sepenuhnya benar karena kinerja pasar modal sangat bergantung pada keadaan politik dan ekonomi. Karena itu, volatilitas saham sulit diprediksi dan berubah setiap hari, dan bahkan setiap detik. Sebelum berinvestasi saham ada baiknya untuk memahami apa saja risiko dan keuntungan saat berinvestasi saham.

Beberapa Resiko Berinvestasi Saham Adalah Sebagai berikut.

1. Kerugian Modal

Secara umum diterima bahwa kerugian modal dapat dipahami sebagai hilangnya modal atau penurunan nilai suatu investasi yang dapat mengakibatkan kerugian bagi investor. Kerugian modal ini disebabkan oleh nilai jual saham yang dibeli investor lebih rendah dibandingkan dengan harga saat mereka membelinya. Risiko kerugian sering dihadapi oleh investor karena harga saham sering berfluktuasi. Misalnya, jika kamu membeli saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan harga Rp. 6.600 per saham, dan kamu menjual saham tersebut dengan harga Rp. 6.300 per saham. Maka kita akan kehilangan Rp. 300 per saham. Kerugian di sini disebut sebagai kerugian modal.

REKOMENDASI:  Aplikasi Saham Hots Mirae Asset

2. Fluktuasi Harga

Seperti yang kamu ketahui harga pasar saham berfluktuasi terus-menerus. Fluktuasi harga ini biasanya dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar modal. Ada berbagai bahaya yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga saham suatu bisnis. Ini termasuk situasi ekonomi, politik, atau pergeseran suku bunga bank. Namun ada faktor lain yang dapat mengubah harga investasi. Misalnya, ada fluktuasi harga bahan baku yang berasal dari komponen yang digunakan oleh bisnis. Jika kita membeli saham PT Bukit Asam (PTBA) Fluktuasi harga batubara akan berdampak pada pergerakan harga saham.

3. Suspensi

Suspensi mengacu pada akhir perdagangan saham di bursa efek karena berbagai sebab. Jika saham ditangguhkan, investor tidak dapat melakukan transaksi menggunakan saham ditangguhkan. Suspensi saham, akibat dari pertukaran ini dapat berlangsung selama beberapa hari, namun tidak menutup kemungkinan penghentian tersebut berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tujuan dari penangguhan ini adalah untuk memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar untuk memikirkan pilihan investasi mereka mengenai saham-saham tertentu.

REKOMENDASI:  Cara Beli Saham Bri

4. Delisting atau Bangkrut

Delisting adalah pengeluaran emiten dari bursa, sebagaimana ditetapkan oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada banyak alasan mengapa bursa saham harus menghapus saham dari daftarnya. Sebuah saham dapat dikeluarkan dari bursa setelah ditangguhkan selama beberapa tahun. Jika saham diambil dari bursa, investor diharuskan untuk membeli saham mereka. Oleh karena itu, kita mungkin menderita kerugian jika harga saham cenderung turun.

5. Likuidasi

Risiko berinvestasi dalam saham ini adalah ketika suatu bisnis yang memiliki sahamnya, investor dalam saham itu dinyatakan pailit oleh pengadilan, atau bubar. Dalam kasus seperti itu, investor akan menjadi satu-satunya orang yang berhak atas haknya setelah perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pihak ketiga. Itu berarti bahwa pemegang saham hanya akan mendapatkan semua sisa aset bisnis ketika mereka telah membayar hutang mereka. Mungkin juga pemegang saham tidak menerima apa pun jika bisnis tidak memiliki aset yang tersisa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.