Apa Perbedaan Antara Reksa Dana dan Saham

Perbedaan Antara Reksa Dana dan Saham

Kemampuan untuk mengembangkan dana melalui penggunaan reksa dana serta saham bisa menjadi pilihan yang bagus bagi sebagian orang. Kedua jenis investasi ini sekilas terlihat sama karena dianggap memiliki nilai pengembalian yang tinggi. Kedua instrumen tersebut berbeda. Apa perbedaan reksa dana dan saham? Yuk simak di bawah ini ya.

Bentuk Investasi

Perbedaan utama reksa dana dengan saham adalah pada sifat investasinya. Reksa dana merupakan portofolio investasi yang memiliki manajer investasi (MI) atau MI sebagai manajer. Oleh karena itu, reksa dana dapat diwakili oleh obligasi atau deposito, surat utang atau saham.

Selain itu, investasi saham menyiratkan bahwa kamu memiliki kepemilikan saham dalam bisnis. Keuntungan berinvestasi dalam saham disebut sebagai dividen. Mereka biasanya diberikan setiap kuartal atau tahun. Dimungkinkan juga untuk mendapatkan keuntungan dengan menjual saham ke pasar. Tingkat keuntungan ketika harga yang kamu bayarkan untuk saham lebih rendah dari harga yang kamu jual.

Keberadaan Pihak Perantara

Reksa dana serta saham memiliki perantara yang menghubungkan investor dengan berbagai pilihan investasi. Dalam kasus reksa dana, beberapa entitas bertindak dalam kapasitas manajer investasi. Tugas mereka adalah membantu investor membeli dan menjual opsi investasi melalui agen penjual reksa dana. Tidak perlu mengambil tindakan secara langsung karena penasihat investasi ada untuk membantu.

REKOMENDASI:  Investasi Mobil Anti dan Merawatnya

Selain itu, perusahaan pialang untuk sekuritas atau pialang berfungsi sebagai perantara bagi investor saham. Jika kamu mendaftar akun dengan agen perantara, setelah itu kamu dapat membeli saham dari perusahaan yang ingin kamu targetkan. Namun, pembelian dan penjualan saham sepenuhnya menjadi milik kamu karena broker hanya bertindak sebagai orang yang mengeksekusi keputusan.

Periode Investasi

Dengan reksa dana jangka waktu untuk investasi tergantung pada produk yang kamu beli. Misalnya, kamu membeli investasi dalam instrumen saham reksa dana. Manajer investasi akan menyarankan agar dana tersebut dirancang dengan tujuan investasi jangka panjang. Jangka waktu lebih dari tujuh tahun akan dianggap ideal. Namun reksa dana pasar uang dapat dipertimbangkan jika kamu ingin menaruh uang dalam waktu kurang dari dua tahun, juga dikenal sebagai jangka pendek.

REKOMENDASI:  Risiko Ketika Investasi Reksadana

Ketika datang ke investasi saham biasanya, ini dirancang untuk investor yang berencana untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang lama dengan jangka waktu lebih dari 10 tahun. Ini berarti kamu dapat memilih jenis perusahaan yang sesuai dengan klasifikasi tertentuKamu juga dapat memilih strategi investasi yang ingin kamu gunakanKamu dapat menyimpannya dalam jangka panjang atau memilih investasi jangka pendek.

Tingkat Pengembalian yang Diperoleh

Dalam hal risiko, perbedaan utama antara saham dan reksa dana adalah fakta bahwa investasi di saham lebih berisiko dibandingkan dengan reksa dana. Ini berarti bahwa risiko tinggi disertai dengan pengembalian yang lebih tinggi. Bagi investor baru berinvestasi di saham bisa menjadi tantangan yang menarik mengingat fakta bahwa semua keputusan investasi berasal langsung dari investor itu sendiri.

Namun reksa dana umumnya dianggap kurang berisiko dibandingkan saham. Manajer investasi yang berpengalaman dapat membantu kamu melakukan investasi yang bijak, seperti memilih produk investasi yang perlu kamu beli. Inilah sebabnya mengapa kamu harus mempertimbangkan diversifikasi jika kamu membeli reksa dana untuk menurunkan risiko.

Leave a Reply

Your email address will not be published.