Penyesuaian Diri Makhluk Hidup Terhadap Lingkungan Tempat Hidupnya Disebut

Setiap makhluk hidup di dunia ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat hidupnya. Kemampuan ini disebut sebagai penyesuaian diri. Penyesuaian diri penting karena dapat membantu makhluk hidup untuk bertahan hidup dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari tentang penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya.

Definisi Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri adalah kemampuan makhluk hidup untuk berinteraksi dengan lingkungan tempat hidupnya agar dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Penyesuaian diri meliputi kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan, mempertahankan keseimbangan lingkungan, dan menghindari bahaya lingkungan. Penyesuaian diri juga melibatkan proses seleksi alam yang membuat makhluk hidup yang mampu beradaptasi dan bertahan hidup lebih baik dari yang lainnya.

Proses Penyesuaian Diri

Proses penyesuaian diri terjadi melalui beberapa tahap yaitu tahap stimulasi, tahap reaksi, tahap adaptasi, dan tahap aklimatisasi. Tahap stimulasi terjadi ketika makhluk hidup menerima rangsangan dari lingkungan tempat hidupnya. Tahap reaksi terjadi ketika makhluk hidup merespons rangsangan tersebut dengan melakukan gerakan atau tindakan tertentu. Tahap adaptasi terjadi ketika gerakan atau tindakan tersebut berkembang menjadi kemampuan tetap yang membantu makhluk hidup untuk bertahan hidup. Tahap aklimatisasi terjadi ketika makhluk hidup menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan sehingga dapat menghadapi kondisi yang baru dengan baik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri makhluk hidup dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup. Faktor genetik mempengaruhi kemampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan tertentu. Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban udara, dan sumber makanan mempengaruhi kemampuan makhluk hidup untuk bertahan hidup di lingkungan tersebut. Pengalaman hidup juga mempengaruhi kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat hidupnya.

Contoh Penyesuaian Diri Makhluk Hidup

Berikut adalah beberapa contoh penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya:

  • Burung unta yang hidup di padang pasir memiliki kemampuan untuk menahan haus dan lapar dalam jangka waktu yang lama.
  • Katak memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda dan dapat hidup di air dan darat.
  • Kuda laut memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya agar dapat menyatu dengan lingkungan sekitarnya dan menghindari predator.
  • Kucing liar memiliki kemampuan untuk berburu dan mencari makanan di lingkungan yang sulit, seperti di daerah perkotaan.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang penyesuaian diri makhluk hidup:

Apa itu penyesuaian diri makhluk hidup?

Penyesuaian diri adalah kemampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat hidupnya agar dapat bertahan hidup dan berkembang biak.

Apa saja faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri makhluk hidup?

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri makhluk hidup antara lain faktor genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup.

Apa contoh penyesuaian diri makhluk hidup?

Contoh-contoh penyesuaian diri makhluk hidup antara lain kemampuan burung unta menahan haus dan lapar dalam jangka waktu yang lama, kemampuan katak untuk hidup di air dan darat, kemampuan kuda laut mengubah warna kulitnya agar dapat menyatu dengan lingkungan sekitarnya, dan kemampuan kucing liar untuk mencari makanan di lingkungan yang sulit.

Kesimpulan

Penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan tempat hidupnya sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Proses penyesuaian diri terjadi melalui beberapa tahap dan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup. Contoh-contoh penyesuaian diri makhluk hidup antara lain kemampuan untuk menahan haus dan lapar dalam jangka waktu yang lama, beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda, mengubah warna kulitnya, dan mencari makanan di lingkungan yang sulit.

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan baca artikel lainnya.