Kedondong Menyesuaikan Diri Pada Musim Kemarau Dengan

Pendahuluan

Musim kemarau adalah musim yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Namun, musim kemarau juga bisa memberikan dampak negatif bagi banyak tanaman, termasuk kedondong. Kedondong merupakan buah yang banyak tumbuh di Indonesia dan sangat populer di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan dibahas bagaimana kedondong menyesuaikan diri pada musim kemarau.

Tanaman Kedondong

Kedondong merupakan tanaman yang termasuk dalam keluarga Anacardiaceae. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 10-25 meter. Daun kedondong memiliki bentuk elips dan berwarna hijau kekuningan. Kedondong memiliki buah yang berbentuk bulat atau oval dengan kulit yang halus dan tipis. Buah kedondong ini memiliki daging yang tebal dan berwarna kuning cerah.

Pengaruh Musim Kemarau pada Tanaman Kedondong

Musim kemarau memiliki dampak yang berbeda pada tanaman kedondong, tergantung pada kondisi lingkungan tempat tanaman tersebut tumbuh. Beberapa dampak yang dapat terjadi pada tanaman kedondong selama musim kemarau adalah sebagai berikut:

1. Penurunan Kualitas Buah

Selama musim kemarau, stres pada tanaman kedondong dapat menyebabkan penurunan kualitas buah. Buah kedondong yang tumbuh saat musim kemarau cenderung memiliki rasa yang kurang manis dan tekstur yang lebih keras.

2. Penurunan Jumlah Buah

Selain penurunan kualitas buah, musim kemarau juga dapat menyebabkan penurunan jumlah buah yang dihasilkan oleh tanaman kedondong. Kurangnya air selama musim kemarau dapat menyebabkan kerusakan pada bunga dan buah yang baru terbentuk.

3. Kebutuhan Air Lebih Tinggi

Kedondong membutuhkan air yang cukup selama masa pertumbuhan dan pembentukan buah. Selama musim kemarau, tanaman kedondong membutuhkan lebih banyak air untuk bertahan hidup. Tanaman yang tidak mendapatkan air yang cukup selama musim kemarau dapat menjadi stres dan berdampak pada kualitas dan jumlah buah yang dihasilkan.

Cara Kedondong Menyesuaikan Diri pada Musim Kemarau

Untuk dapat bertahan hidup pada musim kemarau, tanaman kedondong harus menyesuaikan diri. Beberapa cara yang dilakukan oleh kedondong untuk menyesuaikan diri pada musim kemarau adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi Kebutuhan Air

Kedondong dapat menyesuaikan diri dengan mengurangi kebutuhan air selama musim kemarau. Cara ini dilakukan dengan mengurangi evapotranspirasi, yaitu proses penguapan air dari daun dan transpirasi yang terjadi pada tanaman.

2. Meningkatkan Penyerapan Air

Tanaman kedondong dapat meningkatkan penyerapan air dari tanah selama musim kemarau. Cara ini dilakukan dengan meningkatkan jumlah akar dan kapasitas mengambil air dari tanah.

3. Mengalihkan Sumber Energi ke Bagian Yang Penting

Selama musim kemarau, kedondong dapat mengalihkan sumber energi ke bagian tanaman yang penting untuk bertahan hidup. Misalnya, memperkuat akar untuk menyerap air dan nutrisi yang lebih baik atau memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk melawan serangan hama dan penyakit.

FAQ

1. Apa saja dampak musim kemarau pada tanaman kedondong?

Beberapa dampak yang dapat terjadi pada tanaman kedondong selama musim kemarau adalah penurunan kualitas buah, penurunan jumlah buah, dan kebutuhan air yang lebih tinggi.

2. Bagaimana kedondong menyesuaikan diri pada musim kemarau?

Kedondong dapat menyesuaikan diri pada musim kemarau dengan mengurangi kebutuhan air, meningkatkan penyerapan air, dan mengalihkan sumber energi ke bagian yang penting.

Kesimpulan

Dalam kondisi musim kemarau, tanaman kedondong harus menyesuaikan diri agar dapat bertahan hidup. Kedondong dapat menyesuaikan diri dengan mengurangi kebutuhan air, meningkatkan penyerapan air, dan mengalihkan sumber energi ke bagian yang penting. Dengan demikian, kita dapat menikmati buah kedondong yang berkualitas meskipun dalam kondisi musim kemarau.Terima kasih telah membaca artikel ini. Silahkan baca artikel lainnya.