Inilah 11 Cara Menanam Tanaman Stevia Dengan Baik Dan Benar

Inilah 11 Cara Menanam Tanaman Stevia Dengan Baik Dan Benar

Beberapa waktu lalu, nama yang diberikan untuk tanaman stevia lebih sering terdengar, nama stevia manis, seperti nama yang digunakan untuk menyebut wanita. Namun, ketika kami mencoba daun stevia, kami dapat mengatakan bahwa tidak masalah memberi nama seperti aprikot pada tanaman ini, karena daun stevia, yang manis, digunakan dalam pembuatan bahan-bahan rendah kalori. pemanis alami.

Daun stevia dimaniskan dengan glikosida dan manisnya stevia disebabkan oleh dua komponen, khususnya rebaudiosida dan steviosida.

Sejak tahun 1984 dan seterusnya, Stevia digunakan secara ekstensif sebagai pemanis untuk menggantikan gula tebu di berbagai negara.

Stevia dikenal dengan sebutan Latin Stevia Rebaudiana Bertoni berasal dari Paraguay.

Jika anda sedang ingin menanam stevia, kami akan memberikan penjelasan dan tahapan budidaya tanaman stevia.

1. Persiapan Lahan

Tanaman stevia cenderung mudah tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Jadi, seharusnya tidak sulit untuk menemukan tanah yang ideal untuk membudidayakan tanaman stevia. Paling tidak, lahan yang cocok untuk budidaya stevia memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Paparan sinar matahari harus setidaknya lima jam per hari
  • Memiliki pH tanah yang normal (antara 5,5-7)
  • Memiliki nutrisi yang cukup di dalamnya.
  • Kontur tanah yang gembur dan dekat sumber air

Cari tempat yang cocok untuk persyaratan tersebut Langkah selanjutnya budidaya daun stevia untuk menggemburkan tanah.

2. Penggemburan tanah

Penggemburan tanah stevia Tujuan penggemburan tanah ini adalah untuk membantu perkembangan akar tanaman stevia. tanamanKamu dapat menggunakan cangkul atau traktor membajak. Dalam proses melonggarkan tanah, kamu bisa sekaligus membuat lubang lubang pupuk bedengan baru. Selain itu, kamu harus melihat pH tanah menggunakan alat untuk mengukur pH. Jika hasilnya di bawah 4,5, ini menunjukkan bahwa tanah kamu mungkin asam. Oleh karena itu, penting untuk mengoleskan kapur dulomit secara rutin sebelumnya.

Tanah yang terlalu asam tidak cocok untuk budidaya karena bahkan bakteri yang membusuk pun tidak dapat berkembang. Kapur dulomit yang ditambahkan pada tanah yang bersifat masam akan menurunkan keasaman tanah, sehingga dapat mencapai pH ideal (5,5 7 – 5,5). Setelah tanah menjadi gembur, dimungkinkan untuk memberi pupuk dasar dan membuat bedengan.

3. Penyediaan Pupuk Dasar

Pupuk ini bertindak sebagai cadangan nutrisi utama di bedengan setelahnya. Jadi bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk dasar tersebut harus berupa pupuk organik (pupuk kandang kompos, kompos atau butran organik).

Selain itu, mereka menambahkan pupuk buatan yang mengandung unsur hara makro, khususnya NPK. Pupuk yang kamu gunakan bisa berupa pupuk NPK 15-15-15 atau SP36. Ini adalah 50 (organik) 1 (NPK)

Pupuk organik yang kamu gunakan harus siap diserap oleh tanaman. Jadi, kamu harus mengubah pupuk organik menjadi bokashi dengan bantuan EM4. Cara yang paling efektif adalah dengan memanfaatkan biji-bijian organik yang biasa dijual di toko pertanian. Pupuk disemprotkan pada alur-alur yang telah dibuat kemudian ditaburi pupuk NPK tambahan. Kemudian kamu mengaduk dan memotong tanah menggunakan pupukKamu dapat melakukannya dengan menggunakan cangkul atau mesin putar.

4. Merapikan Tempat Tidur

Tempat tidur dibangun di atas pupuk dasar. Tempat tidur terbaik sebaiknya memiliki luas 1 meter dengan ketinggian 10 hingga 20 sentimeter. Jarak antara bedengan (untuk irigasi) harus setidaknya 40cm. Setelah bedengan terbentuk dan bedengan ditutup dengan mulsa. Pastikan plastik perak ada di atas tempat tidur dan yang hitam ada di bawah.

Tujuan pemberian mulsa dengan plastik adalah untuk menghentikan peningkatan gulma serta tanaman liar yang tumbuh di bedengan, yang nantinya dapat mengambil nutrisi tanaman. Pada titik ini saatnya untuk mulai membuat benih untuk daun stevia

5. Pembibitan Tanaman Stevia

Berlawanan dengan metode menanam tanaman talas atau menanam melon, tanaman stevia diperbanyak melalui metode generatif atau vegetatif. Metode perbanyakan benih stevia yang paling populer adalah metode stek secara vegetatif karena diyakini lebih efisien dalam hal perkembangbiakan benih. Saat memotong tanaman, kamu dapat menggunakan batang atau titik tertinggi atau bagian atas. Hal yang harus diperhatikan dalam proses pembibitan dan cara terbaik untuk merawat daun stevia adalah indukan yang kamu gunakan harus tetap muda dan berkayu.

Langkah-langkahnya adalah:

Buat polikarbonat transparan yang menutupi permukaan brooder stevia agar suhu udara dan kelembapannya naik.

Perkembangan akar dan batang tanaman Stevia akan semakin cepat seiring dengan meningkatnya suhu dan kelembaban.

Setelah 3-4 minggu, jika tanaman dapat menunjukkan bahwa ada banyak pertumbuhan pada batang, batang dapat dipindahkan ke area bedengan khusus dengan memotong batang dari tunas baru yang muncul dengan akar, dan kemudian dipindahkan. ke tempat tidur

Saat kamu siap untuk bergerak tanaman ke dalam bedengan, kamu perlu membuat lubang untuk menanam di bedengan, dengan jarak sekitar 30 sentimeter antara tanaman stevia.

6. Menanam Bibit Stevia

Cara budidaya daun Stevia yang kedua adalah dengan menanam benih di bedengan. Langkah-langkah untuk mengikuti Ini adalah:

  • Lubang tanam harus diisi dengan pestisida dan juga fungisida
  • Lubang tanam berukuran 10 cm, dengan jarak antar lubang tanam minimal 30 cm.
  • Pada lubang tersebut, isi dengan menyemprotkan fungisida atau insektisida sebelum menanam benih stevia
  • Rendam benih dalam air sebelum ditempatkan di tempat tidur
  • Tanam benih stevia di sore hari agar tanaman tidak mati karena panas.
  • Siram bedengan segera setelah penanaman bibit Stevia selesai.

Pada tahap ini, prosedur penanaman daun stevia telah selesai. Tahap budidaya daun stevia selanjutnya adalah proses perawatan yang akan berlangsung hingga saat panen.

7. Penyiraman Tanaman

Seperti cara menanam semangka atau budidaya cabai rawit, tanaman stevia yang ditanam di bedengan sebaiknya disiram kira-kira setiap 5-8 hari sekali dengan menggunakan sistem lep (pengisian air dengan pompa yang ditempatkan di antara bedengan. tanah menjadi kering). Terlalu lama, waktu yang ideal adalah tujuh hari pada musim kemarau dan pada musim hujan tidak terlalu diperlukan.

Karena bedengan ditutupi mulsa polimer, penyiangan tidak diperlukan, kecuali di sisi bedengan. Dimungkinkan untuk mencabut rumput setiap bulan dengan menggunakan cangkul atau herbisida.

8. Pemupukan Tambahan

Penggunaan pupuk sebagai suplemen pada fase awal proses pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk mendorong laju pertumbuhan tanaman Stevia muda. Namun perlu diperhatikan dosis dan frekuensi pemberian pupuk tambahan. Pupuk yang kamu gunakan adalah pupuk NPK 15-15-15, dengan NPK satu gelas per 40 Liter air. Larutkan pupuk, lalu ratakan pada tanaman. Interval pemupukan 7-10 hari (bisa dilakukan setelah penyiraman)

9. Pengendalian Hama dan Penyakit Stevia

Hebatnya metode budidaya yang digunakan untuk membudidayakan daun stevia adalah spesies ini dilaporkan tahan terhadap penyakit dan hama. Namun, selalu ada peluang tanaman terserang hama dan penyakit. Daftar hama dan penyakit tanaman stevia adalah sebagai berikut:

  • Aphids Aphis (menyerang daun dan pucuk)
  • Ulat grayak (menyerang daun)
  • Jamur yang disebut Poria hipolateria (menyerang daun dan batang)
  • Fusarium Sp (penyebab penyakit layu fusarium)

Dari sekian banyak hama yang disebutkan di atas, ulat grayak dan kutu daun adalah serangga hama yang termasuk dalam keluarga serangga, jadi apa yang dapat kamu lakukan untuk memerangi serangga tersebut dengan menggunakan insektisida. Jamur dan fusarium diklasifikasikan sebagai jenis jamur yang berbeda untuk melawannya, mereka perlu menyemprotkan fungisida dengan intensitas tinggi. Infeksi jamur yang paling sering terjadi adalah pada saat hujan ketika kelembaban sangat tinggi.

10. Panen Daun Stevia

Setelah melalui tahapan yang berbeda dalam membudidayakan daun stevia ketika mencapai umur 40 sampai 60 hari setelah tanaman ditanam semua daun pada tanaman diambil. Pilih daun atas serta daun cabang. Jangka waktu antara panen berikutnya kurang lebih 30-40 hari.

Jangan menunda panen karena daun yang sudah tua kurang manisKamu juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan tinggi tanaman serta kerapatan daun untuk menentukan apakah kamu siap memanen segera.

11. Perawatan Pasca Panen Daun Stevia

Karena tanaman stevia tidak hanya sekali dipanen, kamu juga harus bisa merawatnya pasca panen. Tujuannya adalah untuk memastikan produksi tanaman sampai panen di masa depan. Yang harus kamu lakukan adalah menerapkan pemupukan susulan untuk menopang pertumbuhan tunas dan daun baru.

Ada lubang di antara dua tanaman dan diisi dengan pupuk NPK 15-15-15. Kali ini, jumlahnya ditingkatkan menjadi 3-4 kali lipat.

Bagaimana? Simpel dan praktis bukan cara budidaya daun stevia ini? Ini selain tips tentang cara budidaya daun stevia seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kami juga akan memberikan strategi sukses budidaya stevia untuk kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.