Cara-Cara Menanam Tanaman Rosella yang Harus Kamu Ketahui

Cara-Cara Menanam Tanaman Rosella yang Harus Kamu Ketahui

Cara Menanam Bunga Rosella dengan Segudang Manfaatnya Untuk Kesehatan & Kecantikan Tanaman yang terdapat di Indonesia ini banyak terdapat tanaman hias bunga yang cantik. Salah satunya adalah tanaman rosella yang lebih dikenal dengan nama Frambozen. Tanaman ini terkenal dengan buahnya yang berbentuk kelopak bunga yang terlihat cantik dan menarik.

Tanaman rosella merupakan tanaman semusim atau tanaman yang hanya memiliki satu periode produksi. Tanaman yang dikenal dengan istilah latinnya Hibiscus Sabdariffa Linn ini mampu tumbuh paling baik di daerah dengan iklim subtropis dan tropis.

Saat ini ada sekitar 100 jenis Rosella namun hanya dua varietas yang paling populer, yaitu Altissima Webster dan Sabdariffa. Rosella sering dimanfaatkan menjadi salah satu komponen obat herbal yang dapat memberikan manfaat dan khasiat yang baik bagi tubuh.

Cara Menanam Tanaman Rosella

Sebelum kamu menanam rosella, ada baiknya untuk mengetahui ciri-ciri rosella sebelum kamu menanamnya. Tanaman rosella mampu tumbuh subur dan berkembang di segala iklim, pola cuaca, dan dalam berbagai kondisi di darat. Namun, variasi suhu, kondisi cuaca dan karakteristik tanah dapat mengubah warna yang muncul pada buah Rosella.

Tanaman rosella mampu tumbuh dengan baik dan menghasilkan tanah yang subur pada ketinggian antara 10 sampai 600 meter di atas permukaan laut. Ia juga bisa tumbuh hingga ketinggian 3 meter. Berikut langkah-langkah menanam Rosella:

1. Persiapan Lahan

Langkah pertama adalah membersihkan permukaan. Bersihkan semua lahan yang akan digunakan untuk menanam Rosella bebas dari gulma dan gulma lainnya.

REKOMENDASI:  Inilah 5 Jenis Tanaman Yang Bisa Hidup Di Air Dengan Mudah

Lahan yang akan digunakan untuk areal tanam Rosella sebaiknya merupakan lahan yang telah dibajak sehingga dapat diratakan, kemudian dibagi menjadi petak-petak, dipisahkan dengan saluran air. Plot-plot ini telah dibagi di tempat tidur dibagi dengan parit dengan panjang yang sama.

Diameter bedengan bisa sekitar 25cm sampai 30cm, tergantung pada daerah di mana parit diatur untuk memenuhi parit irigasi.

2. Pemilihan Bibit atau Bibit Rosella

Langkah selanjutnya adalah pemilihan bibit atau bibit rosella terbaik, agar bibit tersebut dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan hasil yang paling efektif. Bibit Rosella berasal dari biji bunga rosella yang sudah tua yang dibedakan dengan kulit buahnya yang berwarna coklat.

Buang biji dan kelopak bunga dan biarkan mengering di bawah sinar matahari selama tiga sampai lima hari. Setelah semua biji buah kering maka buah akan meletup dan biji yang ada di dalam buah akan menyembul keluar.

3. Penanaman

Bibit rosella ditanam langsung di lapangan atau disemai terlebih dahulu. Jika benih ditaburkan langsung di tanah, masukkan tiga benih ke dalam satu lubang. Pertama benih direndam selama 12-24 jam untuk memastikan perkembangan benih merata.

Jika kamu tertarik dengan benih yang disemai, cukup tempatkan satu benih di setiap lubang. Bibit yang disemai membutuhkan waktu sekitar 5-6 minggu untuk siap dipindahkan ke lapangan.

Jarak tanam yang disarankan untuk penanaman rosella adalah 12x12cm,15x15cm, 12,5x15cm, 12,5x20cm, atau 20x20cm.

4. Pemeliharaan

Jika kamu memutuskan untuk menanam dengan menempatkan benih langsung di tanah, benih akan bertunas dalam beberapa hari setelah tanam. Lubang yang tidak ditumbuhi bisa dibordir.

REKOMENDASI:  8 Khasiat Tanaman Lidah Mertua yang Harus Kamu Ketahui

Setelah penyulaman selesai penyulaman, penyiangan harus diselesaikan dan dilakukan tiga kali seminggu untuk memastikan tidak ada konflik tanaman antara rumput dan rosella.

Selain itu, jenis hama yang sering menyerang tanaman ini adalah belalang, ulat daun dan kutu. Untuk mengatasi hal ini, kamu dapat menggunakan pestisida organik yang terbuat dari campuran pahit dan mimba.

5. Pemupukan

Pemupukan terjadi ketika tanaman mencapai usia tiga sampai delapan minggu. Jenis pupuk yang diberikan adalah Urea. Selain itu, jika tanaman berumur sekitar 1-2 bulan campurannya terdiri dari Urea dan NPK dengan perbandingan 4:1.

Waktu terbaik untuk pemupukan adalah pagi hari karena tanahnya basah.

6. Cara Memanen Bunga Rosella

Bunga tanaman rosella akan mekar pada 4 sampai 6 bulan setelah masa tanam. Pemanenan dilakukan dengan memotong kelopak rosella tua dan dibedakan dengan ciri-ciri berikut:

  • Ukuran kelopak adalah maksimum
  • Warna kelopaknya merah tua
  • Kulit biji mulai berubah warna dan menguning.
  • Biji coklat tua

Kelopak bunga Rosella harus dipetik dengan gunting. Kemudian, kamu memotong tangkai bunga untuk memudahkan proses dan menghindari kerusakan batang pohon. Proses pemanenan dilakukan secara bertahap selama 2 minggu kemudian diulang empat sampai lima kali sampai bunga berhenti mekar.

Kemudian, kamu dapat mengambil biji dari rosela, dengan cara memotong bagian belakang kelopak dan kemudian mendorong biji keluar dari depan, sehingga biji terpisah dengan kelopak bunga. Kemudian, cuci kelopaknya dan biarkan kering di bawah sinar matahari selama 3 hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.