Berikut Tips Merawat Tanaman Serai Dengan Benar

Berikut Tips Merawat Tanaman Serai Dengan Benar

Serai, juga dikenal sebagai Cymbopogon citratus (atau Serai), adalah anggota suku rumput. Tanaman ini digunakan sebagai bumbu masakan dan pengharum makanan. Minyak atsiri dan serai wangi yang ditemukan di serai mengusir nyamuk. Ini memiliki banyak manfaat kesehatan.

Banyak orang kini menanam serai karena merupakan bumbu dapur yang populer dan khasiatnya menjadi faktor utama. Berikut adalah beberapa tips untuk menanam serai.

Cara budidaya serai wangi

Cari Lahan tanah

kamu dapat memotong, membakar, dan kemudian membajak tanah jika terlalu padat. Kemudian, ulangi lubang tanam setelah membersihkan area tersebut. Tempatkan lubang tanam pada tanah berukuran 100×100 cm, atau 75×75 cm pada tanah yang kurang subur.

Lubang tanaman harus berukuran 30x30x30 cm. Parit dapat digunakan untuk menanam serai. Sistem lubang menentukan lebar dan kedalaman parit. Tanah dengan kemiringan topografi.

Barisan lubang tanam, atau parit harus diorientasikan searah dengan kontur. Serai dapat ditanam di lereng antara 25-30 derajat dan dengan curah hujan 3.500mm per tahun. Sebaiknya gunakan teras atau tanaman di pagar.

REKOMENDASI:  Ciri-Ciri Tanaman Wortel yang Harus kamu Tahu

Penanaman

Penanaman dapat dilakukan satu minggu setelah penyemprotan herbisida. Untuk menghindari penyiraman, penanaman sebaiknya dilakukan pada akhir atau awal musim hujan. Musim hujan adalah waktu terbaik untuk menanam benih.

Bibit serai dapat ditanam dengan satu atau dua batang per lubang. Tanam 1 atau 2 batang per lubang jika batangnya cukup besar. Jika lebih kecil, tanam 2 batang per lubang. Tanah harus dipadatkan di sekitar bibit.

Perawatan dan Pemeliharaan

Penyiangan

Panen pertama berumur 6 bulan dan penyiangan dilakukan setiap 2 bulan sekali. Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut dan mencangkul. Mulsa dapat dibuat dari rumput atau semak.

Penimbunan

Saat serai berumur satu bulan, pengisian sendiri tanah dapat dilakukan dengan mencangkul tanah di sekitar rumpun dan kemudian ditumbuk di tanah.

Mulsa

Mulsa dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penguapan, dan menghambat pertumbuhan gulma, terutama pada musim kemarau. Mulsa juga bisa dibuat dari jerami, alang-alang dan tanaman lainnya. Jangan gunakan daun serai kering karena dapat menyebabkan keracunan.

REKOMENDASI:  Inilah 5 Manfaat Terong untuk Kesehatan Yang Harus Kamu Tahu

Pemupukan

Pupuk sangat penting untuk tanah yang subur dan tanaman yang stabil. Ini mempengaruhi produksi minyak esensial dan produksi daun. Pada jarak 25cm, pupuk diterapkan dalam lingkaran berumbai. Tahap pelonggaran secara bersamaan diikuti dengan pemupukan.

Proses Panen

Ketika tanaman serai mencapai umur 5-6 bulan, panen pertama dilakukan dengan cara memotong daun serai setinggi 5 cm dari ligula (tepi pelepah dengan helaian daun). Daun bagian bawah yang tidak mati atau kering dihilangkan. Pada musim kemarau, panen berikutnya setiap 3 hingga 4 bulan sekali.

Panen dari Panen 1 sampai 3 mengalami peningkatan produksi serai wangi, tetapi panen setelah Panen 7 mengalami penurunan hampir 50%. Tahun ketiga terjadi penurunan produksi minyak dan daun segar. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa jumbai semakin tua sehingga akar baru tidak dapat menembus tanah yang memberikan nutrisi.

Pembahasan tentang budidaya serai wangi semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.