7 Tips Membangun Bisnis Training

7 Tips Membangun Bisnis Training

 

Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang Infopreneur, kamu dapat berbagi pengetahuan dan keahlian kamu dengan orang lain dengan mengadakan pelatihan langsung seperti lokakarya atau seminar umum.

Artikel ini akan menunjukkan kepada kamu bagaimana, dari 2009 hingga sekarang, saya telah berhasil mempromosikan lebih dari 100 lokakarya/pelatihan tentang berbagai topik untuk klien, mitra, dan bisnis saya.

Mayoritas Penjualan Habis terjadi jauh sebelum acara. Hal ini dilakukan tanpa harus membayar mahal radio, TV dan talk show radio, atau mengadakan seminar pratinjau yang mahal dan memakan waktu.

1. Hindari menggunakan kata-kata yang bertele-tele

Sikap bertele-tele bisa sangat menjengkelkan. Penting untuk mengatur program pelatihan secara jelas, singkat, dan padat. Pelatihan bukanlah sesuatu yang disukai semua orang, tetapi sangat penting untuk pengembangan karyawan. Karyawan dapat mengikuti pelatihan sebagai sesuatu yang diberikan. Pastikan mereka memahami konten di kelas pelatihan kamu. Tetap singkat dan sederhana. Hindari pelatihan yang panjang dan berulang. Pelatihan ini tidak hanya sia-sia, tetapi juga membutuhkan biaya.

2. Pelatihan terfokus

Mungkin ada lebih dari satu topik yang harus dicakup oleh perusahaan dalam pelatihan. Jika perusahaan kamu memiliki dua topik yang penting, kamu dapat mempertimbangkan untuk membuat dua kelas pelatihan.

Kelas pelatihan harus lebih efisien karena peserta cenderung berkonsentrasi pada satu poin per sesi, daripada mencoba membuat banyak poin penting yang mungkin tidak disetujui oleh peserta pelatihan.

Sistem Pembelajaran Silverchair menyatakan bahwa karyawan tidak akan mempertahankan semua dasar-dasar kelas pelatihan.

3. Jadwal pelatihan yang sudah fix

Pelatihan yang terjadwal secara teratur lebih efektif daripada pelatihan yang terjadi secara tidak teratur. Pelatihan reguler memungkinkan karyawan untuk mempersiapkan pelatihan, dan peserta dapat mempersiapkan diri untuk menyerap informasi yang akan disajikan oleh instruktur.

Karyawan juga dapat memasukkan kelas yang dijadwalkan secara teratur ke dalam jadwal kerja mereka. Kami juga membantu peserta dalam menyusun agenda dengan baik. Ini membantu mereka mengatur waktu mereka.

4. Guru yang ahli di bidangnya masing-masing

Untuk meningkatkan kredibilitas dan kredibilitas di setiap kelas pelatihan, penting untuk menggunakan tenaga ahli saat melakukan pelatihan. Jika sebuah perusahaan sedang melakukan pelatihan untuk peluncuran produk, insinyur yang mengerjakan produk itu akan menjadi ahlinya.

5. Menggunakan visual? Ini adalah cara yang bagus untuk mengomunikasikan ide-ide kamu!

Karyawan harus dapat melihat isi dari apa yang dikatakan daripada hanya mendengarnya. Ketika presenter berbicara tentang rencana pemasaran baru untuk perusahaan, tunjukkan gambar produk akhir kepada karyawan. Karyawan lebih mungkin untuk menyimpan informasi jika mereka dapat menghubungkannya secara visual.

REKOMENDASI:  Berikut 5 Tips Bisnis Bersama Teman Yang Harus Kamu Tahu

6. Dorong peserta untuk mengajukan pertanyaan

Pelatihan sepertinya tidak akan lengkap jika tidak ada pertanyaan dari peserta. Pelatihan harus interaktif. Dorong karyawan untuk mengajukan pertanyaan tentang topik pelatihan di akhir setiap segmen. Berikan jawaban yang jelas dan bersikap profesional serta hormat kepada semua karyawan yang mengajukan pertanyaan. Berikan waktu yang cukup untuk setiap pertanyaan akhir. Sesi khusus tersedia bagi karyawan yang ragu-ragu untuk mengajukan pertanyaan kepada kelompok.

Kenapa ini? Karena tidak semua orang bisa bertanya langsung kepada pelatih. Beberapa karyawan mungkin memerlukan waktu ekstra untuk menjawab pertanyaan sulit.

7. Tetap singkat

Ya, kamu dapat melanjutkan ke aturan terakhir. Ini untuk memberikan materi singkat kepada karyawan selama sesi pelatihan. Ikhtisar materi ini dapat diberikan kepada karyawan saat masuk ke ruang pelatihan.

Handout ini membantu peserta untuk memahami materi pelatihan dengan lebih baik. Mereka juga memberi mereka kesempatan untuk mencatat selama sesi pelatihan dan memiliki poin referensi dari pelatih mereka.

Ketujuh aturan ini dapat membuat sesi latihan lebih sukses. Manajemen harus menginvestasikan waktu dan uang ketika melakukan sesi pelatihan untuk karyawan. Jangan biarkan pemilik bisnis kehilangan uang mereka karena gagal mempersiapkan pelatihan dengan benar.