4 Jenis Tanaman Cabai yang Mudah Ditanam Sekitar Rumah

4 Jenis Tanaman Cabai yang Mudah Ditanam Sekitar Rumah

Cabai merupakan salah satu bumbu masakan utama yang digunakan di Indonesia. Dari sebagai pendamping makan makanan yang dimasak dengan minyak, sebagai bumbu tumis, hingga bahan sambal.

Harga cabai yang semakin mahal tidak menyurutkan minat banyak orang terhadap makanan pedas. saya di antara mereka. Sebagai penggemar berat makanan pedas, saya tidak keberatan memasak cabai, yang merupakan salah satu bahan yang harus disimpan di lemari es. Setiap resep masakan harus menyertakan cabai dalam berbagai bentuk, baik utuh atau dipotong dalam bentuk halus bersama dengan bumbu lainnya.

Ada berbagai macam cabai yang terdapat di Indonesia. Apa pun? Berikut beberapa informasi yang saya bagikan khusus untuk kamu.

1. Cabai rawit

Cabai rawit, juga dikenal sebagai cabai kecil, biasa digunakan sebagai bahan saus cabai, khususnya versi merah. Sebaliknya, cabai rawit hijau tua biasanya digunakan untuk menggoreng makanan.

Cabai rawit mulai berwarna hijau. Berubah menjadi merah saat matang.

Cabai ceplik, sejenis cabai, biasanya disantap oleh orang Indonesia. Bentuk cabai ceplik tumpul dan montok.

REKOMENDASI:  Berikut Cara-Cara Menanam Tanaman Terong Dengan Mudah dan Benar

Cabai rawit adalah jenis cabai rawit yang paling pedas. Cabai rawit memiliki bentuk kecil yang lebih pendek dan ujung yang runcing dan rona hijau tua. Jika sudah matang akan berubah warna menjadi merah.

Ada banyak cara untuk makan cabai. Orang Sunda menyebut cabai cengek. Beberapa orang mungkin batuk, tersedak, atau bersin jika tidak berhati-hati saat memakan cabai jenis ini.

2. Cabai Merah

Cabai merah merupakan bagian dari cabai yang sering digunakan untuk masakan. Cabai merah digolongkan menjadi 2 macam.

Cabai merah besar memiliki ciri khas warna merah dengan besar, gemuk panjang, ujung runcing. Cabai merah yang lebih besar umumnya diblender atau ditumbuk kemudian dijadikan campuran sambal goreng rendang, ayam balado rica-rica, serta makanan pedas dan pedas lainnya. Kulitnya keras dan keras dan biasanya dipotong menjadi bentuk dan kemudian didekorasi untuk hiasan.

Seperti namanya, cabai keriting memiliki bentuk keriting dan rona merah cerah. Bentuknya panjang dan tajam dengan diameter yang sempit. Rasa cabai keriting tidak begitu pedas, dan biasanya cabai keriting diolah dengan cara dipotong miring dan dicampur dengan tumisan yang berbeda.

REKOMENDASI:  Berikut 5 Cara Merawat Tanaman Sirih Gading Dengan Benar

3. Cabai keriting

Cabai keriting umumnya digunakan sebagai bahan utama masakan Padang. Maka cabai keriting ini dikenal dengan cabai padang.

Selain cabai rawit besar dan cabai, cabai keriting juga biasa digunakan dalam saus cabai.

Rasa sambal cabai bisa digambarkan lebih smoky dibandingkan cabai besar. Karena kadar air cabai keriting lebih kecil dan volumenya lebih kecil.

Jadi, biasanya jumlah bumbu dapur yang digunakan untuk memasak lebih banyak daripada cabai keriting. Idenya adalah agar rasa pedas cabai keriting tidak terlalu kuat.

4. Cabai Gendot

Cabai gendot, juga dikenal sebagai habanero, mungkin merupakan cabai yang paling berasap dari semua cabai. Warnanya berkisar antara oranye dan hijau, ukurannya kecil, tetapi memiliki bentuk yang besar dan bengkak. Cabai gendot memang enak jika dimasak bersama sayur tahu. Dipotong tipis-tipis dan dicampur dengan bihun tumis yang enak. Cabai merupakan hasil budidaya khas di kawasan Dieng, Wonosobo itu, dan biasa dijadikan oleh-oleh karena daya tahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.