3 Cara Menanam Tanaman Kumis Kucing Dengan Baik Dan Benar

3 Cara Menanam Tanaman Kumis Kucing Dengan Baik Dan Benar

Masyarakat Indonesia sudah mengetahui kumis kucing sebagai obat diabetes yang ampuh. Di pedesaan, kita dapat dengan mudah menemukan ramuan ini. Namun sulit ditemukan di daerah perkotaan. Selain tumbuh di alam liar, kumis kucing juga bisa tumbuh di dalam wadah. Untuk melakukan ini, temukan cara membudidayakan kumis kucing dalam pot.

Batang tanaman kumis berbentuk persegi panjang, dengan sedikit alur atau tidak berbulu. Daunnya bulat, lonjong, lanset atau belah ketupat, mulai dari pangkal. Ciri khas tanaman ini adalah bunganya yang berbentuk kelenjar, urat dan pangkal keduanya pendek dan jarang. Bagian atas tidak berbulu. Bunga bibir, juga dikenal sebagai mahkota, adalah terminal dengan tandan yang muncul dari ujung cabang. Di bagian atas, ditutupi rambut pendek berwarna ungu yang berubah menjadi putih. Bunganya bulat dan tumpul. Benang sari memanjang lebih panjang dari tabung bunga dan memanjang di atas bagian atas mekar. Warnanya coklat tua dan tangkainya pendek dan tipis dan membentang dari sekitar 1 mm-6 milimeter. Kumis kucing juga dikenal dengan nama lain. antara lain teh jawa, giri-giri marah, songot koceng, remujung.

1. Persiapan bibit tanaman kumis kucing

Perbanyakan benih kumis kucing dapat dilakukan dengan cara vegetatif, misalnya stek batang. Pilih induk yang subur, normal dan kayu. Pilih batang yang tidak terlalu muda atau tua dan sudah memiliki kayu yang baik. Potong batang yang dipilih dengan pisau, lalu potong sepanjang 15-20cm dan 2 buku.

Stek bibit kumis kucing dapat ditanam langsung atau ditanam terlebih dahulu. Jika tanaman ditanam di persemaian sebaiknya ditanam dengan jarak tanam 10 cm 10 cm x 10 cm, dengan kedalaman 20 cm.

Merawat bibit dengan menyiramnya 1-2 kali sehari. Bibit akan diberi sedikit naungan dengan jerami, plastik transparan atau daun kering. Setelah benih berkecambah, dapat dipindahkan ke penanam yang sesuai, baik pot, polibag atau lainnya.

2. Kumis kucing ditanam di dalam pot

Buatlah pot penanam yang memiliki dimensi yang disesuaikan dengan bibit yang akan ditanam. Kemudian siapkan media tanam yang terdiri dari pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 2:3 atau bisa juga diganti dengan arang yang terbuat dari sekam padi.

Setelah semuanya siap, tuangkan media tanah yang telah dicampur dengan kompos atau arang sekam ke dalam pot sekitar 1/3 ketinggian dari bagian atas penanam. Kemudian tanam stek atau biji tersebut secara tegak lurus sedalam 5cm atau 1/3 batang stek pangkal, lalu tekan tanah anda ke bibit kucing. Kemudian, siram sampai tanah cukup lembab. Ini akan membantu membuat celah tanah di sekitar tanaman.

3 Perawatan kumis kucing di pabrik

Untuk memastikan kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan dari kumis kucing terpenuhi, lakukan pemupukan dengan pupuk organik yang diberikan setiap 2 minggu sekali. Juga, singkirkan tanaman yang tidak diinginkan atau gulma yang tumbuh di dalam tanaman.

Dimungkinkan untuk menyiram secara teratur yaitu, dua atau tiga kali setiap hari. Bila tanaman sehat maka dianjurkan jumlah penyiraman dikurangi. Ganti media tanam setiap tiga bulan sekali, agar media tanam atau tanah tidak banyak. Pada umumnya pada umur 3 bulan tanaman kumis kucing sudah menjadi besar, oleh karena itu sebaiknya diganti dengan pot untuk ditanam.

Sekian pembahasan tentang “Cara Menanam dan Merawat Kumis Kucing Dalam Pot” Tanaman Obat Yang Kaya Manfaat Untuk Kesehatan Semoga bermanfaat tapi jangan lupa baca postingan blog kami selanjutnya. .

Leave a Reply

Your email address will not be published.